Index 

       

Peringatan kepada Robbie T.

  * 25-03-1931            -             † 14-04-1945

                Cimahi 1945

                Ia hanya berumur empat belas tahun
               pada waktu ia mati karena kelaparan
               dalam kamp tawanan Jepang.
               Bagaimana ia menangis memanggil ibunya,
               ibunya yang begitu jauh dari dirinya.

              Sebuah gerobak bergerak jalan
              yang memanggul tubuh kurus ke kuburan;
              diatas gerobak, tubuh itu begitu kecil,
              terbungkus oleh tikar.

              Upacara penguburan:
              dua orang laki-laki dewasa , satu orang anak laki-laki
             dan satu orang Jepang –
             hanya gemerencing roda
             yang mengusik kesunyian dalam perjalanan.

            Kami menggali lobang
            – rupa-rupanya tidak terharu 
            dan kami letakkan tubuhnya didalam
            di tanah yang subur
            disuatu tempat di Priangan.

           Cimahi 1995

           Sekali lagi aku jalan di jalanan
           dari kamp ke kuburan
           hari masih sangat pagi
           kabutpun baru mulai tampak 
           Ingatan jatuh kedalam pikiran.

          Di sebuah palang tertulis namanya
          di tanah perkuburan di Leuwigajah
          hanya itu yang tersisa.
          Sambil menaruh bunga kebawah

   
       aku selalu masih dengar ia menangis

Karangan diateas dikutip dari antologi Belanda Haiku/ Tanka "Het rood van Karpers" oleh P Dietze.
Pengunmum: De beuk Amsterdam 1996.

Terjemahan Bahasa Indonesia oleh George Pantow.

  Opmerking van George Pantow (Vertaler:)

Ik heb die begravenissen gezien in Cimahi, 1945: De doden, eerst in kisten dan later in tikars, op fourrage-wagens getrokken door geraamtes. Het was zo treurig. Ik kan huilen. Ik was zelf dertien jaar oud.


    Pembaca yang terhormat, 

Disini Anda berada di halaman kelompok kerja "Gastdocenten" (dosen tamu) mengenai masa Perang Dunia Kedua di Asia Tenggara.
Dalam website ini  terdapat keterangan dan pernyataan mengenai peristiwa perang saat itu.
Yang tentunya  rakyat Belanda  tidak mengetahui banyak mengenai peristiwa tersebut.
Di antara para anggota "Gastdocenten" adalah juga terdapat ahli-ahli dan saksi-saksi mata yang berhubungan dengan kejadian-kejadian pada saat itu secara langsung.

Salam dan hormat kami

Theo Derksen
tanya-tanya melalui e-mail: